ads

TAK ADA PERUBAHAN VS TAK MAU BERUBAH

OLEH : ELMANSYAH AL-HARAMAIN

PERUBAHAN VS TAK MAU BERUBAH

Setahu Saya, di dunia ini tak ada yang tak bisa berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Kazuo Murakami, seorang pakar Genetika dari Universitas Tsukuba Jepang, melihatnya dari potensi gen yang memiliki potensi luar biasa dalam membentuk tubuh manusia. Adanya potensi luar biasa gen ini, ternyata bisa diarahkan sesuai dengan keinginan manusianya. Murakami menjelaskannya dengan menggunakan mekanisme "On/Off" dalam teori kerja neurologis gen. Dengan mengendalikan tombol on/off ini, manusia memiliki potensi untuk berubah!
Lalu, bagaimana caranya?
Masih menurut Murakami, seseorang harus mengaktifkan gen positif dalam dirinya, yakni dengan cara berfikir positif terhadap sesuatu yang negatif. Misalnya, ketika seseorang gagal dalam meraih impian, maka secara otomatis akan melemahkan semangat (ini artinya, gen negatif menjadi "On"): Pikiran seseorang menjadi negatif terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan impiannya yang pernah gagal itu. "Ah, aku tidak mungkin bisa melakukan ini dan itu...", Ini merupakan salah satu contoh pikiran negatif tersebut. Nah, cara mengatasinya, yaitu merubah mind set, yakni menghilangkan pikiran negatif, membangun pikiran positif! Misalnya: "Aku pasti bisa! Kalau pun gagal, paling tidak Aku sudah pernah mencoba! Aku harus lebih semangat, lebih giat dan berusaha lebih keras lagi! Aku yakin, Aku pasti bisa! 
Kata Murakami, "YOU ARE WHAT YOU THINK". Apapun yang terjadi/akan terjadi padamu adalah apa yang ada dalam pikiranmu! Luar biasa! Buktinya, tidak sedikit orang yang berhasil sempurna ketika telah mengalami kegagalan, dan ini benar-benar membekas dalam ingatan! Ketika berhasil, rasa syukurnya demikian mendalam.
Nah, ketika ada orang yang mengatakan bahwa: "Aku kok tidak berubah-berubah, dari dulu kok begini-begini terus?". Sebenarnya, itu semua adalah pikiran negatif yang menciptakan belenggu di dalam dirinya sendiri, yang meng-on-kan gen negatif. Bukan berarti pikiran seperti itu tidak baik, tetap ada juga baiknya, yakni sebagai langkah untuk meng-on-kan gen positif: "Aku ingin berubah". Secara otomatif, gen negatif akan "Off" dengan sendirinya. Hanya saja, harus terus dipupuk semangat dan pikiran positif itu, agar gen positifnya tetap "On". Kalau tidak, yang namanya energi positif, ibarat lampu, butuh energi listrik dan generator agar tetap hidup, butuh biaya untuk bahan bakarnya, dan seterusnya. Itu artinya, gen positif itu harus selalu dijaga dan diusahakan agar tetap on. 
"SUDAH BEGITU, KOK TETAP TIDAK ADA PERUBAHAN?"
Ma'af, perubahan itu harus diciptakan dan diusahakan. Biasanya, bukannya perubahan itu tidak ada, atau tidak mungkin berubah. Tapi, kembali ke manusianya, ada keinginan untuk berubah atau tidak? 
Sekarang ini, ada banyak sekali kendala orang yang ingin berubah, apalagi kalau sudah masuk ke dalam lingkungan yang nyaman (meski sebenarnya jauh dari nilai-nilai), atau dengan istilah lain COMFORT ZONE. Sudah enak-enak begini, kok diminta berubah, "Sorry, wong ngene wae iso kok?" Waah, kalo sudah begini, tidak akan ada lagi perubahan. Padahal, manusia itu bisa dianggap manusia, jika ia senantiasa ingin berubah ke arah yang lebih baik. Dalam Islam, istilahnya "Menuju Insan Kamil". Kendalanya lagi, ketika orang sudah merasa cukup (Hartanya, kekuasaannya, ilmu, dsb.), kalo sudah merasa seperti ini, Ya sudah, berarti misi-nya di dunia sudah selesai. Kalo sudah selesai, buat apa berlama-lama di dunia fana ini? Tujuan akhir manusia, khan kehidupan yang sesungguhnya, di akhirat? Maka, PULANGLAH LEBIH DULU! Saya masih ingin masih banyak urusan di dunia ini, tak ada waktu buat ngurusin orang-orang yang begitu.... he he he... kok, malah ngelantur? 
Sudah dulu kawan, segini aja, semoga bermanfaat.

Oleh : elmansyah al-haramain

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar