ads

LASKAR KYAI RUSTAM JUNDAB


MURID SANG PENDAYUNG ILMU



Delapan muridnya tersisa, lainnya tewas ditebas pedang kehidupan! Tertua namanya Putri, gadis ayu nan anggun penuh keibuan, tapi terkadang sulit dimengerti jalan pikirannya. Rajin dan cekatan dalam bekerja dan cepat belajar dari keadaan. Kedua, Lisin. Pendekar TSPM yang pandai berbahasa inggris ini, cerdas, mau belajar, meski kadang suka tidur ketika pelajaran berlangsung. Ketiga, Alif. Cowok Geyongan yang ceplas ceplos ini, pandai berbahasa Arab, tapi punya hobi tidur di kelas, sehingga teman-temannya menjulukinya dengan ABU NAUM. Keempat, Sony. Cowok pendiam yang rajin ini, suka memberi kejutan ketika ia mau bicara. Kelima, Aini. Gadis ceria yang kakinya tak bisa diam ini pantas untuk diperhitungkan dalam berbagai mata pelajaran, dia rajin, pandai dan sikapnya lucu, kadang2 tomboy. Keenam, Inggar. Gadis pendiam yang satu ini, memiliki segudang rahasia dalam dirinya, penuh misteri, dan hebatnya: ia mampu mengungkapkannya melalui kata2 berbentuk tulisan nan indah. Ketujuh, Asih. Cewek ini terlalu pendiam, sehingga sulit untuk dipahami tentang apa yang dia rasakan. Hanya saja, dia adalah orang yang tertib, rajin dan setia, serta tak pernah membantah, penurut dan penuh perhatian. Terakhir, Aris. Bagaimanapun Aris adalah bentuk dinamika manusia yang senantiasa mau berubah menuju yang lebih baik. Semangatnya luar biasa, dalam jangka waktu yang relatif singkat, ia sudah bisa membaca al-Qur'an! Keahliannya macam2, terutama di bidang IT.
Pendek kata, mereka ini adalah para pejuang yang memiliki berbagai potensi yang siap untuk dikembangkan. Mereka adalah Laskar harapan di masa yang akan datang. Laskar yang datang dari SMA Muhammadiyah Salatiga, Laskar Kyai Rustam Jundab, karena mereka rata-rata pendekar TSPM yang dahulu didirikan oleh Kyai Rustam Jundab!
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar