ads

BAHASA ARAB

Jika dilihat dari tingkat kemampuan eksistensinya di muka bumi ini, nampaknya bahasa Arab merupakan bahasa yang paling awet dan memiliki kemampuan untuk tetap bertahan. Coba saja perhatikan, Bahasa Yunani, yang dahulu demikian gencar didengungkan sebagai bahasa ilmiah, seiring dengan penerjemahannya ke dalam bahasa-bahasa lain di dunia, perlahan namun pasti, bahasa Yunani, kian lenyap dari peredaran. Kemudian bahasa Sansekerta, dengan huruf Palawa-nya, pun sudah sangat sulit dimengerti. Demikian juga dengan Bahasa latin, hanya tinggal huruf-hurufnya saja yang tersisa.
Hingga saat ini, yang masih eksis sebagai bahasa yang paling banyak dipahami penduduk bumi, ada lima, yakni: Inggris, Arab, Francis, Jerman dan Cina. Lainnya, hanyalah bahasa yang dikenal oleh minoritas, dan tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap perubahan dunia, termasuk di dalamnya bahasa Jepang, yang konon merupakan kiblat teknologi masa kini.
Kembali ke bahasa Arab, ia merupakan bahasa yang digunakan oleh Tuhan untuk menyampaikan KALAM-Nya, berbagai rahasia tersimpan di dalamnya. Fakta menunjukkan, bahwa renaisans (kebangkitan) Eropa pada abad ke-16, didorong oleh kemajuan yang dicapai oleh bangsa Arab dengan budaya tulis-bacanya. Di era-era berikutnya, tidak sedikit imuan Barat yang tertarik membuktikan informasi yang terdapat dalam al-Qur'an, dan hebatnya, mereka berhasil, dan mampu menciptakan perubahan besar!
Sudah barang pasti, untuk menggali makna al-Qur'an, harus tahu kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa itu, mustahil akan dapat dicapai. Nah, kaum orientalis, begitu getol mempelajari masalah ini, termasuk di dalamnya, Wensinc (maaf kalau keliru namanya), yang berhasil menulis Kitab Al-Mu'jam al-Mufahrasy li alfadz al-hadits. Kitab ini sekarang menjadi rujukan utama para ahli hadits dalam menentukan derajat kebenaran hadits Nabi. Yang jelas, penulis kitab itu bukanlah Orang Islam!
Kenapa begitu?
Sebab, umat Islam tidak bangga bisa berbahasa Arab, meski ia harus shalat, berdo'a dsb. dengan bahasa Ilahi ini! Mereka lebih bangga jika bisa berbahasa lain! Padahal, semua yang diolah oleh bahasa lain itu, sebagian besar pada awalnya berasal dari bahasa Arab!
Aneh! Umat Islam itu banyak yang aneh! Mereka sering sekali mengucapkan bahasa ini, tapi tak ingin mengerti apa yang diucapkannya. Seperti burung Beo yang hanya bisa berbicara, tapi tak mengeti artinya! Lalu apa gunanya?
Lebih aneh lagi, ada suatu lembaga pendidikan, yang awalnya menggunakan bahasa Arab, lalu karena trend dan prediksi lebih menguntungkan (duniawi, mungkin berupa bantuan), lalu dengan tanpa merasa bersalah, mengubahnya ke bahasa lain. Dan ini, akan menentukan kelulusan bagi peserta didiknya.
LUCU!
Di era digital, di mana alat-alat canggih prediktif telah tercipta dan dengan mudah diperoleh, masih saja ada orang-orang yang mau ditipu oleh FATAMORGANA!
Kalau sudah seperti ini, ya... Saya tidak bisa berkomentar lagi, toh Saya bukan siapa-siapa bagi mereka... Saya cuma ingin mengucapkan, meminjam istilah Rasul SAW: "Fantadziri Sa'ah" (Tunggulah masa kehancurannya!).
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar